ilmu sosial dasar (tugas 2)

1. Pengertian Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan
Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus/ kontinu. Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Penduduk suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua :
a. Orang yang tinggal di daerah tersebut
b. Orang yang secara hukum berhak tinggal didaerah tersebut.
Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal disitu.
Masyarakat adalah sekelompokorang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup atau semi terbuka, dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entiytas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

2. Keterkaitan antara Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan
Penduduk, Masyarakat dan kebudayaan adalah 3 hal aspek yang saling berkaitan. Penduduk adlah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu, sedangkan masyarakat menurut R Linton adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu. Ini berarti masyarakat akan terbentuk bila ada penduduknya sehingga tidak mungkin akan ada masyarakat tanpa penduduk, masyarakat terbentuk karena adanya penduduk, sedangkan budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

3. Faktor-faktor demografi yang mempengaruhi pertambahan penduduk
a. Juimlah Penduduk
Jumlah penduduk yang banyak akan memperbesar pengeluaran ekonomi secara menyeluruh. Pengeluaran konsumsi suatu negara akan sangat besar, bila jumlah penduduk sangat banyak dan pendapatan perkapita sangat tinggi.
b. Komposisi Penduduk
Makin banyaknya penduduk yang berusia kerja atu produktif , makin tinggi tingkat pendidikan masyarakat tingkat konsumsinya juga makin tinggi dan makin banyak penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan (urban).

4. Pengertian dan jenis migrasi, serta proses dan akibat dari migrasi
Migrasi adalah peritiwa berpindahnya suatu organisasi dari suatu bioma ke bioma lainnya. Dalam banyak kasus, organisme bermigrasi untuk mencari sumber cadangan makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan makanan yang mungkin terjadi karena datangnya musim dingin atau karena overpopulasi. Jenis-jenis migrasi yaitu imigrasi, emigrasi, diaspora, mengungsi dan kolonisasi. Proses mengungsi.
Mgrasi atau perpindahan penduduk mempunyai dampak yang menguntungkan dan merugikan. Untuk itu, pada bagian ini akan kita bahas dampak-dampak tersebut dari jenis-jenis migrasi
A. Dampak positif dan negatif migrasi internasional
1. Bertambahnya jumlah tenaga ahli yang berasal dari para imigrasi asing terutama negara maju yag bekerja di Indonesia.
2. Masuknya modal asing sehingga dapat mempercepat pembangunan .
3. Tercapainya alih teknologi dari tenaga asing kepada tenaga indonesia yang diharapkan dapat berjalan dengan baik.
4. Bertambahnya rasa solidaritas antar bangsa.
5. Berkurangnya jumlah, pertambahan, dan tingkat kepadatan penduduk di negara asal para imigran.
6. Mengalirnya investasi dari luar ke dalam negri karena mereka yang bermigrasi mengirimkan pendapatan ke negara asa.
7. Berkurangnya pengangguran dinegara asal para imigran dan bertambahnya wawasan pengetahuan para imigran.
8. Meningkatnya hubungan persahabatan diantara penduduk kedua negara.
9. Meningkatnya pendapatan pemerintah karena para imigran merupakan salah satu sumber pajak bagi negara.
10. Berkurangnya kerawanan sosial dan kerawanan keamanan di negara asal para imigran sebagai dampak berkurangnya para pengangguaran.
B. Dampak negatif imigrasi
1. Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa.
2. Masuknya para imigran yang bertujuan tidak baik seperti pengedar narkoba, politik dll.
3. Munculnya kecemburuan sosial antara pekerja asng dan pekerja dalam negri.
4. Terjadinya benturan budaya antar para imigran dengan penduduk negara setempat.
5. meningkatnya pelanggaran hukum dinegara tujuan.
6. Terganggunya hubungan baik antar negara asal para imigran dengan negara tujuan.

5. Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan di Indonesia
Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan di Indonesia dinilai lambat karena banyak faktor, mulai dari pengaruh budaya asing, ekonomi, dan teknologi yang sangat berkembang. Anak-anak muda cenderung menggap kebudayaan sebagai hal yang kuno, terlebih untuk usia dewasa yang lebih mementingkan ekonomi dengan mengesampingkan budaya yang ada.
Untuk memajukan kebudayaan maka perlu pendidikan kebudayaan dari usia dini sehingga saat mereka manginjak usia remaja atau dewasa, mereka akan tetap mengingat kebudayaan yang ada.

6. Menjelaskan kebudayaan Hindu, Budha dan Islam.
Kebudayaan Hindu dan Budha
Pada awal abad ke-3 dan ke-4 masehi, agama Hindu masuk ke Indonesia khususnya ke pulau jawa. Perpaduan antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu yang berasal dari India berlangsung dengan cepat. Sekitar abad ke-5 ajaran Budha atau Budhisme masuk kewilayah indonesia khususnya kedalam pulau jawa. Ajaran budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada hinduisme, sebab dalam ajaran budhisme tidak mengenal adanya kasta-kasta dalam kehidupan masyarakat.
Walaupun demikian, kedua agama tersebut tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai di Indonesia. Kedua penganut agama tersebut melahirkan karya budaya yang sangat ternilai tinggi dalam seni bangunan atau arsitektur, seni pahat, seni ukir, dan seni sastra.

kebudayaan Islam
pada abad ke-15 dan ke-16 agama islam telah di kembangkan di Indonesia oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut dengan wali sanga. Titik sentral penyebaran islam saat itu berada di pulau jawa. Tetapi sebenarnya negara islam telah telah masuk ke pulau jawa pada abad ke-11dengan bukti adanya wanita islam yang meninggal dan di makamkan di kota Gresik. Masuknya agama islam ke Indonesia berlangsung secara damai .
agama islam berkembang pesat di indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian besar penduduk Indonesia dan hal ini menyebabkan kebudayaan islam mempunyai peranan besar dalam perkembangan kebudayaan dan kepribadain bangsa Indonesia.

REFERENSI

http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/12/penduduk-masyarakat-dan-kebudayaan-8/
http://id.wikipedia.org/wiki/Migrasi
http://peperonity.com/go/sites/mview/cherry-cutegirlz/25309788/25330843

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s