puisi hak dan kewajiban seorang warga negara (tugas)

Harga Mati

 

Tanah kami

Tanah yang di atasnya berdiri kokoh bangunan pencakar langit

Tanah yang menghidupi kami

Tanah tempat kami bernafas

Tiba-tiba hari ini terasa menyesakan

Satuan berseragam mengepung kami

Truk besar itu menghancurkan rumah kami

Meluluh lantakkan satu-satunya harapan kami

Truk itu…

Buldoser penghancur rumah kami

Tangis tumpah ruah di halaman rumah kami

Kami tidak mengerti kenapa kami harus di singkirkan

Bukankah kami juga manusia yang layak untuk sebuah penghidupan?

 

Aku terdiam lesu

Untuk apa aku menangis

Untuk apa aku berteriak

Teriakan orang kecil sepertiku tidak mungkin di dengar

Sedang di sampingku, seorang ibu menangis sambil menggendong si bungsu yang masih kecil

Pun rumahnya tetap di robohkan

Aku tersenyum kecut

Hatiku getir

Jiwaku runtuh

Tanpa terasa buliran hangat itu meleleh di pipiku

 

Aku..

Apakah orang sepertiku tidak pantas mendapatkan hidup yang layak?

Bukankah itu hakku?

Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak

Bukankah itu yang tercantum dalam “Hak Warga Negara”?

Apakah orang sepertiku tidak layak untuk menjadi warga negara?

Sehingga satuan berseragam milik pemerintah itu mengambil hakku?

Bukankah aku juga telah mengemban amanah dari negri tercinta ini?

Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik

Begitu lantang guru SD’ku mengajariku “Kewajiban Warga Negara”

Bukankah akupun telah menunaikan kewajibanku?

Melalui rumah ini aku menghidupi anak-anakku, menyekolahkan mereka

Dengan harapan agar mereka kelak menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa

 

Lalu..

Apa yang akan aku lakukan sekarang?

Mereka telah mengambil tempat kami

Atas nama pemerintah mereka mengambil hak kami

Untuk menjadikan negri yang indah mereka mengusir kami

Lalu dimana NKRI?

Yanga menyatakan dirinya Negara Kesatuan

Jika orang-orang seperti kami tidak di akui

Benarkah “NKRI HARGA MATI” ?

Sedang kesatuan itu hanya milik mereka yang berdasi

 

Sumber :  muhammad sidik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s