Ilmu Teknologi dan Pengetahuan Lingkungan

TUGAS MATA KULIAH

ILMU TEKNOLOGI dan PENGETAHUAN LINGKUNGAN

Makalah Industri PT. CCC

Gambar

Disusun Oleh :

                                                                Kelompok              : 3 (Tiga)

Nama / NPM           : 1. Dede Ryana          / 31411798

                                                                                                2. Erian Sutantio        / 39411210

                                                                                                3. Hadi Usman           / 34411135

                                                                                                4. Muhammad Sidik / 34411982

                                                              Mata Kuliah              : Pengetahuan Lingkungan

                                                              Nilai                          :

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA

BEKASI

2014

   A. Deskripsi Perusahaan

PT. CCC adalah salah satu perusahaan di dalam Group CC yang didirikan pada Tahun 1976. Pabrik Kertas ini berlokasi di Karawang 41361, Propinsi Jawa Barat. PT. CCC memproduksi kertas, kemasan dan tissue dengan kapasitas produksi kertas 913,000 ton s/year, kemasan 96,00 tons/year dan tissue 72,00 tons/year dan saat ini memiliki 7.672 karyawan yang bekerja 3 Sift dengan jam kerja 8 Jam per sift.

PT. CCC memproduksi kertas fotokopi, kertas khusus dan kertas tisu dengan kapasitas produksi 1.465.000 Ton per tahun, termasuk produksi dari PM8 dan PM9 Sebanyak 240.000 Ton per tahun yang mulai berproduksi tahun 1997 dan PM11 sebanyak 400.000 Ton per tahun yang mulai berproduksi tahun 1998. Perusahaan tertarik untuk mengikuti proyek GERIAP karena efisiensi energi adalah salah satu strategi perusahaan untuk menjadi perusahaan yang efisien dan kompetitif.

   B. Pengolahan (Manufaktur dan Manajemen)

Industri pulp dan kertas mengubah bahan baku serat menjadi pulp, kertas dan kardus. Urutan proses pembuatannya adalah persiapan bahan baku, pembuatan pulp (secara kimia, semi‐kimia, mekanik atau limbah kertas), pemutihan, pengambilan kembali bahan kimia, pengeringan pulp dan pembuatan kertas. Skema diagram prosesnya terlihat pada gambar 1, dibawah ini. Proses yang membutuhkan energi paling tinggi adalah proses pembuatan pulp dan proses pengeringan kertas.

GambarGambar 1. DiagramAlir Pembuatan Kertas

Tahapan utama dan proses sederhana dalam pembuatan pulp dan kertas adalah sebagai berikut:

Pembuatan pulp pada pulper:

Dalam tanki pencampur, pulp dicampur dengan air menjadi slurry, slurry kemudian dibersihkan lebih lanjut dan dikirimkan ke mesin kertas, bahan baku dimasukkan kedalam PULPER untuk defiberization dan Cleaner, proses pemutihan untuk tipe pulp Kraft dilakukan dalam beberapa menara dimana pulp dicampur dengan berbagai bahan kimia, kemudian bahan kimia diambil kembali dan pulp dicuci.

Pemurnian:

Pulp dilewatkan plat yang berputar pada alat pemurnian bentuk disk. Pada proses mekanis ini terjadi penguraian serat pada dinding selnya, sehingga serat menjadi lebih lentur, tingkat pemurnian pada proses ini mempengaruhi kualitas kertas yang dihasilkan.

Pembentukan:

Selanjutnya, proses dilanjutkan dengan proses sizing dan pewarnaan untuk menghasilkan spesifikasi kertas yang diinginkan. Sizing dilakukan untuk meningkatkan kehalusan permukaan kertas; pada saat pewarnaan ditambahkan pigmen, pewarna dan bahan pengisi. Proses dilanjutkan dengan pembentukan lembaran kertas yang dimulai pada headbox, dimana serat basah ditebarkan pada saringan berjalan.

Pengepresan:

Lembaran kertas kering dihasilkan dengan cara mengepres lembaran diantara silinder pada calendar stack.

Pengeringan:

Sebagian besar air yang terkandung didalam lembaran kertas dikeringkan dengan melewatkan lembaran pada silinder yang berpemanas uap air.

Calender Stack:

Tahap akhir dari proses pembuatan kertas dilakukan pada calendar Stack, yang terdiri dari beberapa pasangan silinder dengan jarak tertentu untuk mengontol ketebalan dan kehalusan hasil akhir kertas.

Pope Reel:

Bagian ini merupakan tahap akhir dari proses pembuatan kertas yaitu pemotongan kertas dari gulungannya. Pada bagian ini, kertas yang digulung dalam gulungan besar, dibelah pada ketebalan yang diinginkan, dipotong menjadi lembaran, dirapikan kemudian dikemas.

   C. Dampak Positif dan Negatif

Sebuah perusahaan kertas selain menimbulkan efek positif tentunya juga menimbulkan dampak negatif, berikut ini adalah penjabaran dari dampak positif dan negatif perusahaan kertas. Dampak positif yang dihasilkan:

    1. Bertambahnya pendapatan pajak dikarnakan ada pajak bangunan, pajak ekspor, dan pajak lainyya
    2. Terbukanya lapangan kerja untuk warga sekitar.
    3. Terjadi alih teknologi dalam mengelola sumber daya alam.
    4. Diperhatikannya nasib warga sekitar dengan berbagai bantuan sosial oleh industri kertas di lokasi pabrik tersebut.

Dampak negatif yang dihasilkan:

1. Tercemarnya lingkungan di sekitar dikarnakan pembuangan limbah tidak pada tempatnya.

2. Terjadinya perusakan lingkungan dikarnakan penebangan hutan secara terus menerus untuk membuat produk tersebut.

3. Dengan tercemarnya lingkungan maka otomatis mahluk hidup yang hidup di lingkungan tersebut terkena dampaknya diantaranya masyarakat sekitar terjakit penyakit tertentu.

   D. Kecelakaan

Lemahnya pengawasan terhadap keselamatan karyawan pabrik pengolahan kayu salah satu perusahaan bubur kertas di Karawang, PT. CCC, mengakibatkan dua karyawan meninggal dunia. Keduanya tewas tersembur cairan kimia yang meluap ketika melakukan pengawasan di lapangan. Meskipun sempat dibawa ke rumah sakit, jiwa keduanya tak tertolong karena cairan kimia tersebut membakar tubuh para pekerja. “Namanya Ahmad Hidayatullah selaku kepala seksi Pulp Making PM 09. Satu lagi meninggal dan satu lagi ditangani pihak rumah sakit karena kritis. Soal identitas dua nama lagi, belum kami dapat. Yang pasti, dua orang meninggal akibat tumpahan luapan limbah tersebut,” tutur Advent. Dengan kejadian tragis ini, pihaknya meminta agar perusahaan bubur kertas di Karawang tersebut tidak semata-mata memikirkan keuntungan tanpa peduli pada keselamatan dan nasib pekerja maupun masyarakat di lingkungan perusahaan tersebut. Selain itu, tertutupnya akses informasi dan kepedulian perusahaan tersebut terhadap masyarakat sekitar patut dipertanyakan. “Kami ragu standar keselamatan para pekerja yang diterapkan pihak perusahaan CCC tidak memenuhi ketentuan undang-undang,” ujar Advent. Pihak PT CCC mengakui dua karyawannya tewas karena kecelakaan kerja. Namun, menepis kematian terjadi karena semburan limbah. “Betul, ada dua karyawan meninggal akibat kecelakaan kerja. Kejadiannya pada Sabtu (25/6), dan meninggal seminggu kemudian. Dua karywan itu Ahmad Hidayatullah dan Pudri. Satu orang lagi sedang dalam tahap penyembuhan. Namun, bukan kena semburan limbah,” kata Humas PT CCC kepada SH, Selasa (4/6). Pihak CCC mengatakan kedua karyawannya tewas ketika mengawasi tugas yang dilakukan oleh korban lain. Humas CCC juga membantah perusahaan tidak memilik standar keselamatan kerja. “Kami memiliki standar keselamatan sesuai UU. Kami sudah bersama-sama pihak Disnaker meninjau ke lapangan. Kecelakaan tersebut sudah kami laporkan, hanya saja saya belum tahu apakah pihak kepolisian sudah turun,” ujar dia.

   E. Pencemaran dan Penyakit yang timbul

Aliran Sungai Citarum di Dusun Babakan Bandung, Kelurahan Adiarsa, Kecamatan Karawang Barat, mendadak berubah warna menjadi merah pekat. Perubahan warna tersebut diduga akibat pencemaran yang dilakukan PT CCC, lantaran aliran sungai yang tercemar itu tepat berada di bekas pembuangan limbah cair perusahaan tersebut.

Air sungai yang berwarna merah pekat dengan bau menyengat tersebut kemudian di laporkan kepada Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Karawang. Tak menunggu lama, sejumlah petugas BPLH Karawang, langsung mendatangi lokasi.

BPLH pun langsung melakukan sidak ke PT CCC. Dalam sidak itu, BPLH Karawang mendapati limbah cair berwarna merah pekat dalam air pembuangan di drainase pabrik tersebut.

Berdasarkan sidak yang dilakukan BPLH Karawang di dekat drainase pabrik trsebut, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) BPLH Karawang, Neneng Junengsih mengatakan, “Ini sudah pelanggaran. Harusnya, air yang mengalir di drainase pabrik berwarna bening, bukan merah seperti ini. Namun Kita masih perlu waktu untuk mendapatkan kebenaran atas keterkaitan indikasi pencemaran tersebut. Jika nanti ditemukan ada kaitannya, perusahaan tersebut terancam akan dicabut izin operasionalnya,” kata Neneng.

Sementara itu, Staf di Bagian Pengelolaan Lingkungan PT CCC Sardiman membantah, kalau indikasi pencemaran air di aliran Sungai Citarum Babakan Bandung, Adiarsa, dilakukan oleh perusahaannya.

“Kami sudah lama tidak menggunakan saluran pembuangan di Babakan Bandung. Aliran pembuangan sudah kami pindahkan ke pipa pembuangan baru yang dialirkan ke daerah Gorowong,” kilahnya.

   F. Penanggulangan

Limbah industri terdiri dari limbah gas, cair dan padat. Menurut Sunu (2001), berbagai cara untuk mencegah pencemaran udara antara lain :

Pencemar berbentuk gas

1.       Adsorbsi

Adsorbsi merupakan proses melekatnya molekul polutan atau ion pada permukaan zat padat, yaitu adsorben, seperti karbon aktif dan silikat.

2.     Absorbsi

Absorbsi merupakan proses penyerapan yang memerlukan solven yang baik untuk memisahkan polutan gas dengan konsentrasinya.

3.       Kondensasi

Kondensasi merupakan proses perubahan uap air atau benda gas menjadi cair pada suhu udara di bawah titik embun.

4.     Pembakaran

Pembakaran merupakan proses untuk menghancurkan gas hidrokarbon yang terdapat di dalam polutan dengan menggunakan proses oksidasi panas yang disebut incineration menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) dan air.

Pencemaran berbentuk partikel

1.       Filter

Filter udara bertujuan menangkap debu atau partikel yang ikut keluar cerobong atau stack pada permukaan filter agar tidak ikut terlepas ke lingkungan.

2.     Filter basah

Cara kerja filter basah atau scrubbers/ wet collectors adalah membersihkan udara kotor dengan menyemprotkan air dari bagian atas alat sedangkan udara yang kotor dari bagian bawah alat.

3.       Elektrostatik

Alat pengendap elektrostatik menggunakan arus searah (DC) yang mempunyai tegangan 25 – 100 KV sehingga terjadi pemberian muatan pada polutan dan akhirnya mengendap.

4.     Kolektor mekanis

Kolektor mekanis merupakan proses pengendapan polutan partikel berukuran besar secara gravitasi. Contohnya adalah cyclone separators (pengendap siklon) dengan memanfaatkan gaya sentrifugal.

Program penghijauan

Program penghijauan bertujuan untuk menyerap hasil pencemaran udara berupa gas karbon dioksida (CO2) dan melepas oksigen sehingga mengurangi jumlah polutan di udara.

Pembersih udara secara elektronik

Pembersih udara secara elektronik (electronic air cleaner) dapat berfungsi mengurangi polutan udara dalam ruangan.

Ventilasi udara dan exhaust fan

Ventilasi udara dan exhaust fan bertujuan agar kebutuhan oksigen ruangan tercukupi dan polutan segera keluar dari ruangan sehingga ruangan bebes polutan.

Pengolahan limbah cair pada dasarnya dikelompokkan menjadi 3 tahap yaitu :

1.     Pengolahan primer

Pengolahan primer bertujuan membuang bahan – bahan padatan yang mengendap atau mengapung. Pada dasarnya pengolahan primer terdiri dari tahap – tahap untuk memisahkan air dari limbah padatan dengan membiarkan padatan tersebut mengendap atau memisahkan bagian – bagian padatan yang mengapung. Pengolahan primer ini dapat menghilangkan sebagian BOD dan padatan tersuspensi serta sebagian komponen organik. Proses pengolahan primer limbah cair ini biasanya belum memadai dan masih diperlukan proses pengolahan selanjutnya.

2.     Pengolahan sekunder

Pengolahan sekunder limbah cair merupakan proses dekomposisi bahan – bahan padatan secara biologis. Penerapan yang efektif akan dapat menghilangkan sebagian besar padatan tersuspensi dan BOD. Ada 2 proses pada pengolahan sekunder yaitu :

a.       Penyaring trikle

Penyaring trikle menggunakan lapisan batu dan kerikil dimana limbah cair dialirkan melalui lapisan ini secara lambat. Dengan bantuan bakteri yang berkembang pada batu dan kerikil akan mengkonsumsi sebagian besar bahan – bahan organik.

b.     Lumpur aktif

Kecepatan aktivitas bakteri dapat ditingkatkan dengan cara memasukkan udara dan lumpur yang mengandung bakteri ke dalam tangki sehingga lebih banyak mengalami kontak dengan limbah cair yang telah diolah pada proses pengolahan primer. Selama proses ini limbah organik dipecah menjadi senyawa – senyawa yang lebih sederhana oleh bakteri yang terdapat di dalam lumpur aktif.

3.     Pengolahan tersier

Proses pengolahan primer dan sekunder limbah cair dapat menurunkan BOD air dan meghilangkan bakteri yang berbahaya. Akan tetapi proses tersebut tidak dapat menghilangkan komponen organik dan anorganik terlarut. Oleh karena itu perlu dilengkapi dengan pengolahan tersier.

Pengolahan limbah cair pada industri pulp dan kertas terdiri atas tahap netralisasi, pengolahan primer, pengolahan sekunder dan tahap pengembangan. Sebelum masuk ke tempat pengendapan primer, air limbah masuk dalam tempat penampungan dan netralisasi. Pada tahap ini digunakan saringan untuk menghilangkan benda – benda besar yang masuk ke air limbah.

Pengendapan primer biasanya bekerja atas dasar gaya berat. Oleh karenanya memerlukan waktu tinggal sampai 24 jam. Untuk meningkatkan proses pengendapan dapat digunakan bahan flokulasi dan koagulasi di samping mengurangi bahan yang membutuhkan oksigen. Pengolahan secara biologis dapat mengurangi kadar racun dan meningkatkan kualitas air buangan (bau, warna, dan potensi yang mengganggu badan air). Apabila terdapat lahan yang memadai dapat digunakan laguna fakultatif dan laguna aerasi. Laguna aerasi akan mengurangi 80 % BOD dengan waktu tinggal 10 hari.

Apabila tidak terdapat lahan yang memadai maka proses lumpur aktif, parit oksidasi dan trickling filter dapat digunakan dengan hasil kualitas yang sama tetapi membutuhkan biaya operasional yang tinggi.

Tahap pengembangan dilakukan dengan kapasitas yang lebih besar, melalui pengolahan fisik dan kimia untuk melindungi badan air penerima sedangkan endapan (sludge) yang biasanya diperoleh dari proses filter press dari IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), dapat dikategorikan sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) atau tidak. Pembuangan lumpur organik, termasuk pada industri pulp dan kertas, dapat dibedakan menjadi :

1.     Metode pembakaran

Metode pembakaran ini merupakan salah satu cara untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih luas sebelum dilakukan pembuangan akhir. Beberapa metode yang dapat dilakukan antara lain adalah metode incinerator basah yang mengoksidasi lumpur organik pada suhu dan tekanan tinggi.

2.    Metode fermentasi metan dan metode pembusukan

Metode fermentasi metan dilakukan menggunakan tangki fermentasi sehingga dihasilkan gas metan, sedangkan metode pembusukan akan diperoleh hasil akhir berupa kompos. Lumpur yang dihasilkan dari pengolahan buangan pada masa lalu biasanya ditimbun. Akan tetapi sistem ini menimbulkan bau karena pembusukan dan menyebabkan pencemaran air tanah dan air permukaan. Sekarang lumpur dihilangkan airnya dan dibakar atau digunakan sebagai bahan bakar.

 

                                                     DAFTAR PUSTAKA

Ilmu Teknologi dan Pengetahuan Lingkungan (Makalah Pertambangan PT. ABC)

TUGAS MATA KULIAH
ILMU TEKNOLOGI dan PENGETAHUAN LINGKUNGAN

Makalah Pertambangan PT. ABC

Gambar

Disusun Oleh :

                                                                 Kelompok              : 3 (Tiga)

                                                                 Nama / NPM           : 1. Dede Ryana         / 31411798

                                                                                                 2. Erian Sutantio        / 39411210

                                                                                                 3. Muhammad Sidik / 34411982

                                                                Mata Kuliah             : Ilmu Teknologi dan Pengetahuan Lingkungan

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA

BEKASI

2014

  1. Deskripsi Perusahaan

PT ABC merupakan perusahaan patungan Indonesia yang sahamnya dimiliki oleh Nusa Tenggara Partnership. PT ABC menandatangani Kontrak Karya pada 1986 dengan Pemerintah RI untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi di dalam wilayah Kontrak Karya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

PT ABC menemukan cebakan tembaga porfiri pada 1990, yang kemudian diberi nama Batu Hijau. Setelah penemuan tersebut, dilakukanlah pengkajian teknis dan lingkungan selama enam tahun. Kajian tersebut disetujui Pemerintah Indonesia pada 1996 dan menjadi dasar dimulainya pembangunan Proyek Tambang Batu Hijau dengan total investasi US$ 1,8 Miliar. Proyek pembangunan tambang, pabrik dan prasarananya selesai pada 1999 dan mulai beroperasi secara penuh pada Maret 2000.

Tambang ini terletak 1530 km (950 mil) sebelah timur dari ibukota Indonesia, Jakarta, di selatan kabupaten taliwang, sebuah pulau di Nusa tenggara Barat. Tambangnya merupakan hasil dari eksplorasi sepuluh tahun dan program pembangunan didasarkan pada penemuan 1999 deposit tembaga porfiri. Produksi dimulai pada tahun 2000.

B.            Pengolahan (Manufaktur & Manajemen)

Metode pertambangan ABC ini menggunakan metode tambang terbuka (open pit mining) dengan menggunakan alat truk dan shovel, dengan bijih yang dilaporkan ke pabrik semi-autogenous grinding and balls, yang diikuti dengan sirkuit flotasi. Produk jadi adalah konsentrat tembaga-emas menebal, yang dikirim melalui pipa ke fasilitas penyimpanan di pantai Indonesia.

Tambang batu hijau adalah tambang terbuka (open pit mine) tembaga dan emas dengan skala besar yang terletak di Sumbawa, Nusa tenggara, Indonesia. Tambang batu hijau memiliki 8,4 milyar lbs tembaga dan 7,9 juta ons cadangan emas dengan umur cadangan lebih dari 25 tahun berdasarkan tingkat produksi tahun 2011. Pada tahun 2011 tambang batu hijau menghasilkan 283 juta lbs tembaga dan 318 ribu oz emas. Saat ini, tambang batu hijau merupakan salah satu tambang tembaga dan emas dengan biaya operasi terendah di dunia. Dalam kontrak kerja ABC, terdapat prospek tembaga dan emas lain dari elang dan rinti situs, disamping tambang batu hijau.

Badan bijih di batu hijau adalah porifiri tembaga dan mencakup komponen emas tinggi, yang umumnya untuk deposit tembaga di asia tenggara. Batuan induk untuk deposit tembaga porfiri di asia tenggara biasanya diorite dan kurasa-diorit. Tembaga sulfide seperti kalkopirit dan bornit sering dikaitkan dengan komponen emas dari simpanan tersebut. Pada akhir tahun 2005, cadangan bijih tersisa di batu hijau termasuk 2,77 juta ton tembaga dengan nilai rata-rata 0,69 g/t emas, yang akan memungkinkan tambang untuk melanjutkan sampai dengan tahun 2025Batu hijau merupakan tambang terbuka (open pit mine).

Bijih dilebaskan dari muka pertambangan menggunakan shovel listrik P&H 4100 dan dimuat ke truk angkut Caterpillar 793C. setiap truk angkut dapat memindahkan muatan 220 t (240 short ton) dari bijih. Truk mengangkut bijih dari shovel menuju chrusher utama. Bijih hancuran dikirim oleh coveyor 1,8 m (6 ft) dan lebar 6,8 km (4,2 mil) panjang ke pabrik. Produksi harian dari tambang adalah rata-rata 600.000 ton (660.000 short ton) bijih dan limbah gabungan.

Bijih dari tambang memiliki kadar tembaga rata-rata 0,49% dan kadar emas rata-rata 0,39 g/t. bijih hancuran selanjutnya dikurangi ukurannya dengan penggilingan semi-autogenous grinding and balls. Setelah bijih digiling lalu dikirim melalui sirkuit flotasi yang menghasilkan konsentrat dengan kadar tembaga 32% dan 19,9 g/ ton emas. Penggilingan mendapatkan tembaga recovery sebesar 89%. Konsentrat dikentalkan menjadi bubur dan disalurkan sejauh 17,6 km (10,9 mi) menuju pelabuhan di Benete, dimana air dihilangkan dari bubur. Penyimpanan konsetrat di pelabuhan dapat menampung 80.000 t (88.000 short tons) dari konsentrat tembaga-emas.

  1. Dampak Positif dan Negatif

Sebuah perusahaan tambang selain menimbulkan efek positif tentunya juga menimbulkan dampak negatif, berikut ini adalah penjabaran dari dampak positif dan negatif perusahaan tambang nnt. Dampak positif yang dihasilkan:

    1. Bertambahnya pendapatan pajak dikarnakan ada pajak bangunan, pajak ekspor, dan pajak lainyya
    2. Terbukanya lapangan kerja untuk warga sekitar.
    3. Terjadi alih teknologi dalam mengelola sumber daya alam.
    4. Diperhatikannya nasib warga sekitar dengan berbagai bantuan sosial oleh PT. ABC di nusa tenggara.

Dampak negatif yang dihasilkan:

  1. Tercemarnya lingkungan di sekitar dikarnakan pembuangan limbah tidak pada tempatnya.
  2. Terjadinya perusakan lingkungan dikarnakan penambangan terus menerus menjadikan tanah rusak berat dan rawan terjadinya longsor.
  3. Dengan tercemarnya lingkungan maka otomatis mahluk hidup yang hidup di lingkungan tersebut terkena dampaknya diantaranya masyarakat sekitar terjakit penyakit tertentu.

 

  1. Kecelakaan

Kecelakaan Tewaskan Pekerja, PT. ABC Tutup Tambang Batu Hijau Jakarta -Seorang pekerja PT ABC tewas akibat kecelakaan tragis di lokasi tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat pada Minggu, 17 Januari 2010. PT. ABC memutuskan untuk menutup tambang itu hingga beberapa waktu. Pekerja PT. ABC yang tewas merupakan operator dozer . Lokasi kejadian segera diamankan dan upaya penyelamatan Johanis pun dilakukan dengan cepat. Johanis berhasil dikeluarkan namun dinyatakan meninggal oleh petugas medis yang berwenang jam 02.55 siang. Distamben dan aparat kepolisian setempat telah diberitahu mengenai kecelakaan ini dan proses penyelidikan tengah berlangsung.

  1. Pencemaran dan Penyakit yang timbul

Nusa Tenggara Barat – Setelah mencuat kasus Buyat, kini PT ABC juga dicurigai mencemari laut. Front Perjuangan Lingkungan Hidup melaporkan ratusan warga Tanjung Luar, Lombok Timur, menderita berbagai macam penyakit, seperti gatal-gatal, benjolan di tubuh, bahkan kelumpuhan. Mereka mencurigai penyakit tersebut akibat pencemaran PT ABC. Kondisi sebagian masyarakat Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, kini dihebohkan dengan ditemukan penyakit yang diduga kuat akibat limbah tailing PT ABC. Dari hasil penemuan Front Perjuangan Lingkungan Hidup Nusa Tenggara Barat, masyarakat banyak yang terserang gatal-gatal, benjolan di tubuh, borok, bahkan sampai kaki mengecil yang menyerang anak-anak hingga manula. Diduga kuat munculnya beragam penyakit akibat warga Tanjung Luar mengkonsumsi ikan yang sudah tercemar limbah PT ABC. Data yang dikeluarkan Front Perjuangan Lingkungan Hidup menyebutkan setiap hari sekitar 120 ribu ton tailing PT ABC dibuang di Teluk Senunu. Setiap tailing yang dibuang mengandung unsur logam berat dan bahan kimia lain, seperti arsenik, balim, dan timah.

  1. Penanggulangan

Banyak alternatif yang dapat digunakan untuk mengolah limbah yang mengandung logam berat kususnya mercury diantaranya ialah dengan teknologi Low TemperatureThermal Desorption (LTTD) atau dengan teknologi Phytoremediation. Pada sistem thermal desorption, material  diuraikan pada suhu rendah (< 300 oC) dengan pemanasan tidak langsung serta kondisi tekanan udara yang rendah (vakum). Dengan kondisi tersebut material akan lebih mudah diuapkan dibandingkan dalam tekanan tinggi. Jadi dalam sistem ini yang terjadi adalah proses fisika tidak ada reaksi kimia seperti misalnya reaksi oksidasi.

Cara ini sangat efektif untuk memisahkan bahan-bahan organik yang mudah menguap misalnya, (volatile organic compounds/VOCs), semi-volatile organic compounds (SVOCs), (poly aromatic hydrocarbon/PAHs), (poly chlorinated biphenyl/PCBs), minyak, pestisida dan beberapa logam Cadmium, Mercury Timbal serta non logam misal Arsen, Sulfur, Chlor dan lain-lain. Material yang telah terpisah dalam bentuk uapnya akan lebih mudah untuk dikumpulkan kembali dengan cara dikondensasikan, diadsorbsi menggunakan filter, larutan atau media lain sehingga tidak tersebar kemana-mana. Dengan sistem thermal desorption material yang berbahaya di pisahkan agar lebih mudah untuk ditangani entah akan dibuang atau dimanfaatkan kembali, sedangkan bahan-bahan organik yang sukar menguap akan terkarbonisasi menjadi arang.

Limbah padat yang mengandung polutan mercury dan arsen dimasukkan ke dalam sistem LTTD, limbah akan mengalami pemanasan tidak langsung dengan kondisi tekanan udara lebih kecil dari 1 atmosfer. Polutan mercury dan arsen akan menguap (desorpsi), sedangkan limbah padat yang telah bersih dari polutan dapat dibuang ke tempat penampungan. Kemudian uap polutan yang terbentuk dialirkan ke dalam media pengabsorpsi (absorber). Untuk menangkap uap logam mercury dapat digunakan butiran logam perak atau tembaga yang kemudian membentuk amalgam. Sedangkan untuk menangkap ion-ion mercury dan arsen dapat digunakan larutan hidroksida (OH), sulfida (S2–) yang akan mengendapkan ion-ion tersebut. Dalam sistem ini perlu ditambahkan wet scrubber dan filter karbon untuk menangkap partikulat dan gas-gas beracun yang mungkin terbentuk pada proses desorbsi. Keunggulan sistem ini ialah prosesnya cepat dan biaya investasi peralatan dan operasionalnya murah, unitnya dapat dibuat kecil sehingga dapat dibuat sistem yang mobil.

Teknologi mengolah limbah dengan sistem Phytoremediasi, menggunakan tanaman sebagai alat pengolah bahan pencemar. Pada limbah padat atau cair yang akan diolah, ditanami dengan tanaman tertentu yang dapat menyerap, mengumpulkan, mendegradasi bahan-bahan pencemar tertentu yang terdapat di dalam limbah tersebut. Banyak istilah yang diberikan pada sistem ini sesuai dengan mekanisme yang terjadi pada prosesnya. Misalnya : Phytostabilization, yaitu polutan distabilkan di dalam tanah oleh pengaruh tanaman, Phytostimulation : akar tanaman menstimulasi penghancuran polutan dengan bantuan bakteri rhizosphere, Phytodegradation, yaitu tanaman mendegradasi polutan dengan atau tanpa menyimpannya di dalam daun, batang atau akarnya untuk sementara waktu, Phytoextraction, yaitu polutan terakumulasi di jaringan tanaman terutama daun, Phytovolatilization, yaitu polutan oleh tanaman diubah menjadi senyawa yang mudah menguap sehingga dapat dilepaskan ke udara, dan Rhizofiltration, yaitu polutan  diambil dari air oleh akar tanaman pada sistem hydroponic.

Proses remediasi polutan dari dalam tanah atau air terjadi karena jenis tanaman tertentu dapat melepaskan zat carriers yang biasanya berupa senyawaan kelat, protein, glukosida yang berfungsi mengikat zat polutan tertentu kemudian dikumpulkan dijaringan tanaman misalnya pada daun atau akar. Keunggulan sistem phytoremediasi diantaranya ialah biayanya murah dan dapat dikerjakan insitu, tetapi kekurangannya diantaranya ialah perlu waktu yang lama dan diperlukan pupuk untuk menjaga kesuburan tanaman, akar tanaman biasanya pendek sehingga tidak dapat menjangkau bagian tanah yang dalam. Yang perlu diingat ialah setelah dipanen, tanaman yang kemungkinan masih mengandung polutan beracun ini harus ditangani secara khusus. 

 

DAFTAR PUSTAKA

Ilmu Teknologi dan Pengetahuan Lingkungan

TUGAS MATA KULIAH

Ilmu Teknologi dan Pengetahuan Lingkungan

 Gambar

 

 

 

Disusun Oleh :

Kelompok              : 3 (Tiga)

                                       Nama / NPM           : 1. Dede Ryana         / 31411798

                                                                         2. Erian Sutantio        / 39411210

                                                                       3. Muhammad Sidik / 34411982

                                                             Tugas                    : Ilmu Teknologi dan Pengetahuan Lingkungan

 

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA

BEKASI

2014


1. Keberlanjutan Pembangunan

Pembangunan yang sekarang sedang marak adalah pembangunan yang hanya bersifat sementara. Dengan tuntutan globalisasi, Indonesia mengikuti perkembangan jaman tanpa melihat prospek kedepan. Perkembangan masyarakat yang serba instan dan asal jadi, budaya konsumtif telah mendarah daging pada sebagian besar masyarakat Indonesia. Sedang sebenarnya, hakikat pembangunan adalah pembangunan yang berkelanjutan yang tidak parsial, instan dan pembangunan kulit. Maka, dengan adanya konsep Sustainable Development yang kemudian disebut SD akan berusaha memberikan wacana baru mengenai pentingnya melestarikan lingkungan alam demi masa depan, generasi yang akan datang. “Pembangunan yang memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengkompromikan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.”

Pengertian Sustainable Development Wikipedia : Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan (lahan, kota, bisnis, masyarakat, dan sebagainya) yang berprinsip “memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan”. Menurut Brundtland Report dari PBB, 1987 Pembangunan berkelanjutan adalah terjemahan dari Bahasa Inggris sustainabel development. Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran. Laporan dari KTT Dunia 2005, yang menjabarkan pembangunan berkelanjutan sebagai terdiri dari tiga tiang utama (ekonomi, sosial, dan lingkungan) yang saling bergantung dan memperkuat. Dengan demikian “pembangunan tidak hanya dipahami sebagai pembangunan ekonomi, namun juga sebagai alat untuk mencapai kepuasan intelektual, emosional, moral, dan spiritual”. Dalam pandangan ini, keragaman “pertumbuhan ekonomi” itu sendiri bermasalah, karena sumberdaya bumi itu sendiri terbatas. (diakses tanggal 26/11/2010). lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.

Budimanta (2005) menyatakan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah suatu cara pandang mengenai kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana dalam kerangka peningkatan kesejahteraan, kualitas kehidupan dan lingkungan umat manusia tanpa mengurangi akses dan kesempatan kepada generasi yang akan datang untuk menikmati dan memanfaatkannya. Dalam proses pembangunan berkelanjutan terdapat proses perubahan yang terencana, yang didalamnya terdapat eksploitasi sumberdaya, arah investasi orientasi pengembangan teknologi, dan perubahan kelembagaan yang kesemuanya ini dalam keadaan yang selaras, serta meningkatkan potensi masa kini dan masa depan untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

Menurut Salim : 2003, pembangunan berkelanjutan harus diarahkan pada pemberantasan kemiskinan (sasaran ekonomi), perimbangan: ekuitisosial yang adil (sasaran sosial) dan kualitas tinggi, kehidupan lingkungan hidup (sasaran lingkungan). Untuk ini secara sadar diusahakan investasi dalam modal: ekonomi (finansial, modal mesin, dll), modal sosial (investasi pendidikan, kesehatan dan keakraban sosial) dan modal lingkungan (investasi-sumber daya alam diperbaharui dan daur-ulang serta substitusi sumber daya alam yang tak terbaharui).

Pembangunan berkelanjutan dirumuskan sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan hak pemenuhan kebutuhan generasi mendatang. Pembangunan berkelanjutan mengandung makna jaminan mutu kehidupan manusia dan tidak melampaui kemampuan ekosistem untuk mendukungnya. Dengan demikian pengertian pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pada saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka (Sudarmadji : 2008).

Menurut Marlina : 2009 mengatakan pembangunan berkelanjutan tidak saja berkonsentrasi pada isu-isu lingkungan. Lebih luas dari itu, pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup kebijakan: pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan (selanjutnya disebut 3 Pilar Pembangunan berkelanjutan). Aspek sosial, maksudnya pembangunan yang berdimensi pada manusia dalam hal interaksi, interrelasi dan interdependesi. Yang erat kaitannya juga dengan aspek budaya. Tidak hanya pada permasalahan ekonomi, pembangunan berkelanjutan untuk menjaga keberlangsungan budaya dari sebuah masyarakat supaya sebuah amsyarakat tetap bisa eksis untuk menjalani kehidupan serta mempunyai sampai masa mendatang. Faktor lingkungan (ekologi) yang diperlukan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan ialah :

a) terpeliharanya proses ekologi yang esensial,

b) tersedianya sumberdaya yang cukup, dan

c) lingkungan sosial- budaya dan ekonomi yang sesuai (Otto, 2004 : 161).

Tujuan akhir setiap usaha pembangunan ialah memperlakukan manusia, laki-laki, perempuan, anak-anak sebagai tujuan, untuk memperbaiki kondisi manusia dan memperbesar pilihan manusia. Salah satu yang menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan adalah dimensi manusia atau bisa juga disebut dengan ‘pembangunan manusia’. Ada empat komponen utama dalam paradigma pembangunan manusia, yaitu pemerataan atau kesetaraan (equity), berkelanjutan, produktivitas dan pemberdayaan. (Firdaus : 1998). Meningkatkan kesejahteraan generasi sekarang tanpa mengurangi kemampuan alam, masyarakat dan ekonomi untuk menaikan kesejahteraan generasi masa depan. Jadi, jika generasi saat ini bisa maju, maka generasi anak-anak kitapun minimal bisa mencapai kesejahteraan yang setingkat, demikian pula dengan cucu-cucu kita.

Sehingga kemudian terdapat alur ekonomi yang berjalan terus menerus, tanpa mengurangi tingkat kesejahteraan dari generasi ke generasi. Itulah yang dimaksud dengan keberlanjutan ekonomi. Keberlanjutan ekonomi saja ternyata tidak cukup. Ekonomi berlangsung di dalam masyarakat, dan di dalam masyarakat terjadi juga pertumbuhan yang memerlukan keberlanjutan. Keberlanjutan masyarakat mensyaratkan adanya keutuhan, kondisi dan hubungan jaringan antar masyarakat yang terpelihara terus menerus, sehingga dijaga agar jangan sampai terjadi bahwa masyarakat yang sekarang lahir 5 tahun kemudian berantakan dan bubar.

Masyarakat yang sustainable, masyarakat yang berlanjut, tidak mengenal konflik sosial, dan juga tidak mengenal disintegrasi sosial. Hal ketiga adalah sustainabilitas lingkungan. Alam menyediakan udara dimana kita menghirup udara bersih. Alam memberikan kita air dimana kita minum air bersih. Alam memberikan tanah sehingga kita bisa menanam. Alam, air, tanah, udara, dan iklim mampu menghidupi manusia. Persoalan sekarang adalah bisakah kita membangun dimana fungsi-fungsi alam itu, yang menumbuhkan kehidupan manusia, bisa terus menerus memungkinkan kehidupan manusia tersebut.

Jadi Pembangunan Berkelanjutan itu mempunyai 3 kaki, kaki keberlanjutan ekonomi, keberlanjutan sosial dan keberlanjutan lingkungan. Keberlanjutan ekonomi tidak bisa jalan kalau keberlanjutan sosial berantakan. Keberlanjutan ekonomi dan sosial tidak bisa jalan juga kalau lingkungan berantakan, pertama adalah dengan menempatkan modal alam sebagai faktor utama. Jika cara berpikir sebelumnya adalah ekonomi menguasai, sosial penting nomor 2 dan lingkungan penting nomor 3, maka sekarang harus dibalik. Sekarang yang nomor 1 adalah modal alam, sebab alam sudah berada dalam keadaan yang berbahaya, (Prof. Dr. Emil Salim, 2003, dalam orasi ilmiah diakses tanggal 11/12/2010).

Awal munculnya konsep pembangunan berkelanjutan adalah karena perhatian kepada lingkungan. Terutama sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui sedang ekspoitasi terhadapnya dilakukan terus menerus. Pengertian dari tidak mengurangi dan mengorbankan kebutuhan generasi yang akan datang adalah pembangunan yang dilakukan dimasa sekarang itu jangan sampai merusak lingkungan, boros terhadap SDA dan juga memperhatikan generasi yang akan datang. Generasi yang akan datang juga jangan terlalu dimanjakan dengan tersedianya semua fasilitas.

Untuk mencapai pembangunan berkelanjutan perlu perencanaan dan perancangan yang bersifat ekologis dengan melakukan evaluasi terhadap kondisi kawasan-kawasan di kota tersebut, proses-proses yang terjadi didalam masyarakat dan lingkungannya. Hal tersebut dapat dilakukan berdasarkan pemikiran-pemikiran diatas dan dengan pemahaman bahwa kemiskinan dan kerusakan lingkungan adalah ancaman utama pembangunan.

Ada tiga kriteria pembangunan berkelanjutan di perkotaan disebut 3 PRO : DIMENSI Brundtland, G.H 1987 ICPQL. 1996 Becker, F.et al. 1997 Sosial Pemenuhan kebutuhan dasar bagi semua Keadilan sosial, kesetaraan gender, rasa aman, menghargai diversitas budaya Penekanan pada proses pertumbuhan sosial yang dinamis, keadilan sosial dan pemerataan pertumbuhan ekonomi untuk pemenuhan kebutuhan dasar kesejahteraan ekonomi kesejahteraanLingkungan untuk generasi sekarang dan yang akan datang keseimbangan lingkungan yang sehat. Lingkungan adalah dimensi sentral dalam proses sosial :

1. Pro keadilan sosial, artinya keadilan dan kesetaraan akses terhadap sumber daya alam dan pelayanan publik, menghargai diversitas budaya dan kesetaraan gender.

2. Pro ekonomi kesejahteraan, artinya pertumbuhan ekonomi ditujukan untuk kesejahteraan semua anggota masyarakat, dapat dicapai melalui tehnologi inovatif yang berdampak minimum terhadap lingkungan.

3. Pro lingkungan berkelanjutan, artinya etika lingkungan non-antroposentris menjadi pedoman hidup masyarakat, sehingga mereka selalu mengupayakan kelestarian dan keseimbangan lingkungan, konservasi sumberdaya alam vital, dan mengutamakan peningkatan kualitas hidup non-material.

Peningkatan jumlah penduduk dunia diiringi dengan peningkatan jumlah penduduk kota dan peningkatan jumlah penduduk miskin di perkotaan telah membuat beban lingkungan perkotaan bertambah berat. Permasalah pokok perkotaan di negara sedang berkembang terdapat subsistem besar yang komponen-komponennya saling berinteraksi secara terus menerus yaitu :

a. Subsistem ekonomi : rendahnya tingkat pendapatan dan lemahnya tingkat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

b. Subsistem sosial : masyarakat yang menderita kemiskinan (seperti pengangguran, kriminalitas, pelayanan kesehatan dan pendidikan yang tidak memadai.

c. Subsistem lingkungan yang menderita kerusakan (seperti pencemaran air, udara dan tanah, pengelolaan limbah, kelangkaan air bersih dan pemukiman yang kumuh).

Contoh pembangunan berkelanjutan yaitu dengan adanya green manufacturing yaitu pembangunan pabrik dengan mengutamakan pembuangan limbah yang aman dan tidak merusak lingkungan alam sekitar baik udara, air dan tanah.

2. Mutu Lingkungan Hidup Dan Resikonya

Pengertian tentang mutu lingkungan sangatlah penting, karena merupakan dasar dan pedoman untuk mencapai tujuan pengelolaanlingkungan. Berbicara mengenai lingkungan pada dasarnya adalah berbicara mengenai mutu lingkungan. Namun dalam hal itu apa yang dimaksud dengan mutu lingkungan tidaklah jelas, karena tidakdiuraikan secara jelas, mutu lingkungan hanyalah dikaitkan denganmasalah lingkungan, misalnya pencemaran, erosi, dan banjir.

Apa yang dimaksud dengan kualitas lingkungan? Secara sederhana kualitas lingkungan hidup diartikan sebagai keadaan lingkungan yang dapat memberikan daya dukung yang optimal bagi kelangsungan hidup manusia di suatu wilayah. Kualitas lingkungan itu dicirikan antara lain dari suasana yang membuat orang betah/kerasan tinggal ditempatnya sendiri. Berbagai keperluan hidup terpenuhi dari kebutuhan dasar/fisik seperti makan minum, perumahan sampai kebutuhan rohani/spiritual seperti pendidikan, rasa aman, ibadah dan sebagainya. Kualitas lingkungan hidup dibedakan berdasarkan biofisik, sosial ekonomi, dan budaya yaitu :

  1. Lingkungan biofisik adalah lingkungan yang terdiri dari komponen biotik dan abiotik yang berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Komponen biotik merupakan makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan dan manusia, sedangkan komponen abiotik terdiri dari benda-benda mati seperti tanah, air, udara, cahaya matahari. Kualitas lingkungan biofisik dikatakan baik jika interaksi antar komponen berlangsung seimbang.
  2. Lingkungan sosial ekonomi, adalah lingkungan manusia dalam hubungan dengan sesamanya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Standar kualitas lingkungan sosial ekonomi dikatakan baik jika kehidupan manusia cukup sandang, pangan, papan, pendidikan dan kebutuhan lainnya.
  3. Lingkungan budaya adalah segala kondisi, baik berupa materi (benda) maupun nonmateri yang dihasilkan oleh manusia melalui aktifitas dan kreatifitasnya. Lingkungan budaya dapat berupa bangunan, peralatan, pakaian, senjata. Dan juga termasuk non materi seperti tata nilai, norma, adat istiadat, kesenian, sistem politik dan sebagainya. Standar kualitas lingkungan diartikan baik jika di lingkungan tersebut dapat memberikan rasa aman, sejahtera bagi semua anggota masyarakatnya dalam menjalankan dan mengembangkan sistem budayanya.

 RESIKO LINGKUNGAN

1. Penularan Penyakit Melalui Air. Air adalah mutlak bagi kehidupan. Tetapi jika kualitas air tidak di perhatikan, maka air dapat menjadi sumber penyebab penyakit. Air dapat mengandung zat – zat kimia yang berbahaya untuk kehidupan, bila terdapat pencemaran dengan berbagai sumber alam maupunsumber kehidupan manusia.Penularan Penyakit Melalui udara.Penyakit dapat ditularkan dengan menghirup penyebabpenyakit dalam pernafasan. Penyakit influensa dan tuberkulosis adalah contoh – contoh yang terinfeksi melaluiudara. Pencemaran udara dengan berbagai bahan kimiadapat menyebabkan kerusakan langsung pada paru-paru.

2. Penularan Penyakit Melalui Tanah.Air tanah banyak mengandung penyakit, terutama jika tercemar oleh kotoran manusia dan hewan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Penyakit tetanus dapat terjadi jika luka kena tanah, jika tanah tercemar oleh kotoran hewan atau manusia, yang mengandung penyebabnya yakni clostridium tetani,sp.. Di dalam tanah jugabanyak di temukan bentuk -bentuk infeksi berbagai parasit.

Contoh dari mutu lingkungan hidup yaitu bila mutu lingkungan baik dan terawat maka penduduk sekitarnya akan hidup dengan sehat dan sejahtera berbeda jika mutu lingkungan hidup tidak terawat dan jelek maka penduduk sekitarlah yang harus siap menanggung resikonya yaitu banyaknya penyakit yang di derita hingga tidak bias tumbuh dan berkembangnya mahluk lain di lingkungan sekitar mereka.

3. Kesadaran Lingkungan

Hasil penelitian teoritik tentang kesadaran lingkungan hidup dari Neolaka (1991), menyatakan bahwa kesadaran adalah keadaan tergugahnya jiwa terhadap sesuatu, dalam hal ini lingkungan hidup, dan dapat terlihat pada prilaku dan tindakan masing-masing individu. Hussel yang dikutip Brawer (1986), menyatakan bahwa kesadaran adalah pikiran sadar (pengetahuan) yang mengatur akal, hidup wujud yang sadar, bagian dari sikap/prilaku, yang dilukiskan sebagai gejala dalam alam dan harus dijelaskan berdasarkan prinsip sebab musebab. Tindakan sebab, pikiran inilah menggugah jiwa untuk membuat pilihan, misalnya memilih baik-buruk, indah – jelek.

Buletin Para Navigator (1988), menyatakan bahwa kesadaran adalah modal utama bagi setiap orang yang ingin maju. Secara garis besar sadar itu dapat diukur dari beberapa aspek antara lain : kemampuan membuka mata dan menafsirkan apa yang dilihat, kemampuan aktivitas, dan kemampuan berbicara. Jika seseorang mampu melakukan ketiga aspek diatas secara terintegrasi maka dialah yang disebut dengan sadar. Dari segi lain kesadaran adalah adanya hak dan kemapuan kita untuk menolak melakukan keinginan orang lain atau sesuatu yang diketahui buruk/tidak bermanfaat bagi dirinya.

Kesadaran lingkungan menurut M.T Zen (1985) adalah usaha melibatkan setiap warga Negara dalam menumbuhkan dan membina kesadaran untuk melestarikan lingkungan berdasarkan tata nilai, yaitu tata nilai dari pada lingkungan itu sendiri dengan filsafat hidup secara damai dengan alam lingkungannya.

Menurut Emil Salim (1982), kesadaran lingkungan adalah upaya untuk menumbuhkan kesadaran agar tidak hanya tahu tentang sampah, pencemaran, penghijauan, dan perlindungan satwa langka, tetapi lebih dari pada itu semua, membangkitkan kesadaran lingkungan manusia Indonesia khususnya pemuda masa kini agar mencintaim tanah iar.

Daniel Chiras (Neolaka;2008;18) menyatakan bahwa dasar penyebab kesadaran lingkungan adalah etika lingkungan. Etika lingkungan yang sampai saat ini berlaku adalah etika lingkungan yang didasarkan pada sistem nilai yang mendudukkan manusia bukan bagian dari alam, tetapi manusia sebagai penakluk dan pengatur alam. Didalam pendidikan lingkungan hidup, konsep mental tentang manusia sebagai penakluk alam perlu diubah menjadi manusia sebagai bagian dari alam.

Dari teori-teori diatas maka dapat diberikan pengertian sebagai berikut :

  1. Kesadaran adalah pengetahuan. Sadar sama dengan tahu. Pengetahuan tentang hal yang nyata, konkret, dimaksudkan adalah pengetahuan yang mendalam (menggugah jiwa), tahu sungguh-sungguh, dan tidak salah. Tidak asal mengetahui/tahu, sebab banyak orang tahu pentingnya lingkungan hidup tetapi belum tentu sadar karena tindakan/perilaku merusak lingkungan/tidak mendukung terciptanya kelestarian lingkungan hidup.
  2. Kesadaran adalah bagian dari sikap atau perilaku. Pengertian kesadaran yang ada sebagian dari sikap menjadi benar jika setiap perilaku yang ditunjukkan terus bertambah dan menjadi sifat hidupnya. Contoh yang dikaitkan dengan lingkungan yaitu terdapatnya larangan untuk tidak membuang sampah kesungai/saluran, maka sebagai manusia yang sadar lingkungan harus mentaati larangan tersebut dengan tidak membuang sampah ke sungai. Dikatakan demikian karena menurut teori kesadaran adalah pengetahuan dan merupakan bagian dari sikap atau tindakan (Maftuchah Yusuf, dalam Neolaka;2008;23)

 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesadaran Lingkungan

a) Faktor Ketidak tahuan

Ke tidak tahuan adalah berlawanan dengan ke tahuan. Menurut Suriasumantri (1987) pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu. Oleh karena itu, rasa ingin tahu merupakan sarana untuk mengumpulkan pengetahuan sebanyak mungkin. Manusia tidak hanya memiliki pengetahuan tetapi mampu menalar, artinya dapat berpikir secara logis dan analitis. Kemampuan menalar manusia menyebabkan ia mampu mengembangkan pengetahuannya.

b). Faktor kemiskinan

Kemiskinan adalah keadaan ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum. Kemiskinan dianggap sebagai peristiwa sosio ekonomi dimana sumber daya yang ada digunakan untuk memuaskan keinginan yang sedikit, sedangkan yang banyak tidak dapat memenuhi kebuutuhan ppokoknya sendiri. Kemiskinan merupakan salah satu masalah yang paling berpengaruh terhadap timbulnya masalah sosial. Kemiskinan merupakan salah satu penyebab rendahnya kualitas penduduk Indonesia, disamping faktor lain seperti tingkat produktivitas, pendidikan, kesehatan dan keadaan sosial ekonomi lainnya. Penyebab kemiskinan pertambahan penduduk dan tekanan terhadap sumber daya alam dan lingkungan hidup.

c). Faktor Kemanusiaan

Manusia adalah mahluk yang berakal budi. Manusia mempunyai kemampuan atau keterampilan untuk memciptakan sebuah dunia baru. Manusia dalam kehidupannya mempunyai kebutuhan yang banyak sekali. Adanya kebutuhan inilah yang mendorong manusia untuk melakukan berbagai tindakan guna memenuhi kebutuhan tersebut. Kebudayaan mencerminkan tanggapan manusia terhadap kebutuhan dasar lingkungannya. Manusia berinteraksi dengan lingkungannya. Manusia mempengaruhi lingkungan hidupnya, ia juga mengusahakan sumber daya alam lingkungannya untuk mempertahankan keturunannya, dan sebaliknya manusia dipengaruhi oleh lingkungannya. Manusia bersama dengan lingkungan hidupnya merupakan suatu ekosistem. Didalam suatu ekosistem, kedudukan manusia adalah sebagai bagian dari unsur lain yang mungkin tidak terpisahkan. Karena itu seperti dengan organisme lain, kelangsungan hidup manusia tergantung pula pada kelestarian ekosistemnya. Untuk menjaga ekosistem, faktor manusia adalah sangat dominan. Manusia harus dapat menjaga keserasian hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya sehingga keseimbangan ekosistem tidak terganggu.

d) . Faktor Gaya Hidup

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi informasi serta Komunikasi yang sangat cepat, sudah tentu berpengaruh pula terhadap gaya hidup manusia. Perubahan gaya hidup ini adalah suatu hal yang wajar apabila Iptek yang diserapnya memberikan perubahan kearah yang positif dan diterima oleh lingkungan dimana individu/manusia itu berada. Namun, hendaknya sebagai manusia yang selalu dipengaruhi oleh Iptek dan Teknologi Informasi serta komunikasi perlu memiliki kebijakan dan kearifan dalam menghadapi kecanggihan Iptek dan teknologi informasi tersebut.

Pasang (2002) menyatakan bahwa krisis lingkungan saat ini sudah sedemikian besar sehingga para ahli mengakui bahwa mereka sendiri tidak dapat menyelesaikan masalah itu. Artinya bahwa untuk menyelamatkan lingkungan hidup atau bumi kita ini diperlukan individu/manusia yang bermoral tinggi dan mencintai lingkungannya, memiliki nilai spiritual yang tinggi/ mencintai agamanya.

Telah dikatakan bahwa gaya hidup dapat merusak lingkungan hidup. Ada beberapa gaya hidup dimasyarakat yang dapat memperparah rusaknya lingkungan hidup yaitu :

a. Gaya hidup yang menekankan pada kenikmatan, foya-foya, berpesta pora.

b. Gaya hidup yang mementingkan materi

c. Gaya hidup yang konsumtif

d. Gaya hidup yang sekuler atau yang mengutamakan keduniaan

e. Gaya hidup yang mementingkan diri sendiri (Neolaka;2008;64)

Contoh dari kesadaran lingkungan yaitu bila masyarakat dan perusahaan sadar akan lingkungan maka mereka akan menjaga lingkungan dengan baik sehingga lingkungan yang kita miliki bias dinikmati oleh anak cucu kita.

4. Hubungan Lingkungan Dengan Pembangunan

Pembangunan dan lingkungan mempunyai hubungan yang erat saling terkait dan saling mempengaruhi satu sama lain. Pembangunan dalam hal ini berupa kegiatan usaha maupun kegiatan untuk hajat hidup orang banyak, membutuhkan faktor lingkungan baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial sebagai unsur produksi baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan alam menjadi pemasok sumber daya alam yang akan diproses lebih lanjut guna memenuhi kebutuhan manusia, sedangkan lingkungan sosial menyediakan sumberdaya manusia sebagai pelaku pembangunan.

Sebaliknya lingkungan membutuhkan pembangunan untuk bisa memberikan nilai guna atau manfaat yang dapat diukur secara ekonomi. Demikian pula lingkungan sosial juga membutuhkan pembangunan guna mendapatkan manfaat untuk kehidupan yang lebih baik. Kegiatan pembangunan yang menghasilkan berbagai produk baik barang dan jasa telah memberikan manfaat bagi kesejahteraan, kemudahan, dan kenyamanan bagi kehidupan manusia diberbagai bidang. Namun demikian, dalam kaitan dengan lingkungan alam, ancaman datang dari dua sumber yakni polusi dan deplesi sumberdaya alam. Polusi berkaitan dengan kontaminasi lingkungan oleh industri, sedangkan deplesi sumberdaya alam bersumber dari penggunaan sumber-sumber yang terbatas jumlahnya (Hadi dan Samekto, 2007:2).

Pertumbuhan pembangunan di satu sisi akan memberikan kontribusi positif terhadap taraf hidup masyarakat. Namun di sisi lain akan berakibat menurunnya fungsi lingkungan. Alih fungsi lahan untuk pembangunan secara langsung akan mengurangi luas lahan hijau, baik lahan pertanian maupun kawasan hutan yang merupakan penghasil oksigen. Sementara meningkatnya pemakaian bahan bakar fosil sebagai sumber energi justru menyumbang gas karbon yang akhirnya berdampak pada perubahan iklim yang terjadi karena efek rumah kaca. Kontradiksi antara kepentingan pembangunan dan kepentingan 2 pelestarian fungsi lingkungan ini memerlukan upaya dan langkah nyata agar keduanya dapat dilakukan secara seimbang dan harmonis, dan pada akirnya keseimbangan akan membawa lingkungan yang dibangun tetap terjaga dengan baik.

Contoh hubungan pembangunan dan lingkungan yaitu bila semakin banyaknya pembangunan maka semakin rusak pula lingkungan sekitarnya namun karna kecanggihan teknologi masa kini maka hubungan pembangunan dan lingkungan bisa searah dan saling memajukan yaitu pembangunan industri maupun pembangunan lainnya dengan konsep ramah lingkungan bisa membuat kolerasi positif antara hubungan pembangunan dan lingkungan.

5. Pencemaran Dan Perusakan Lingkungan Hidup Oleh Proses Pembangunan

Pengertian Pencemaran Lingkungan

Pengertian polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lngkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfingsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

Jenis-jenis Pencemaran Lingkungan

Berdasarkan lingkungan yang mengalami pencemaran, secara garis besar pencemaranlingkungan dapat dikelompokkan menjadi pencemaran air, tanah, dan udara.

  1. Pencemaran Udara

adalah adanya zat-zat pencemar baik fisik, kimia atau biologi di udara yang jumlahnya membahayakan kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan,mengganggu kenyamanan

Sumber Pencemar udara:

A. sumber diam : pembangkit listrik, industri dan rumah tangga

B. sumber bergerak: kendaraan bermotor, transportasi laut

Penyebab pencemaran udara :

A. Faktor internal (alamiah)

debu yang beterbangan akibat tiupan angin, abu dari gunung berapi, proses pembusukan sampah organik.

B. Faktor eksternal (ulah manusia)

hasil pembakaran, debu kendaraan bermotor, pemakaian zat kimia ke udara

2. Pencemaran tanah

adalah keadaan di mana bahan yang sukar hancur atau terurai masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Komponen penyebab pencemaran tanah:

A. Sampah-sampah plastik yang sukar hancur

B. pupuk buatan

C. detergen yang bersifat bio degradable

D. zat kimia dari buangan pertanian

Pencemaran Tanah dapat dikelompokkan:

A.Pencemaran sedimen: pencemaran karena zat-zat padat

B.Pencemaran kimia : disebabkan adanya senyawa kimia dalam tanah

3.   Pencemaran Air

Adalah keadaan berkurangnya/turunnya kualitas air sampai pada tingkat tertentu yang mengakibatkan air tidak berfungsi sebagaimana mestinya

Faktor penyebab terjadinya pencemaran air:

A. pencemaran dari sumber langsung: limbah industri, TPA

B. pencemaran dari sumber tidak langsung: limbah pertanian, hujan asam

Pencemaran air ditandai dengan:

A. Adanya penurunan pH air, akan memperbesar sifat korosi Fe, akibatnya terganggunya kehidupan si air

B. Kenaikan suhu, sehingga sifat kelarutan Oksigen berkurang        

C. Perubahan warna, bau dan rasa

D. Timbulnya endapan

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PENCEMARAN LINGKUNGAN

  1. Proses-proses alam, antara lain pembusukan secara biologis, aktivitas gunung berapi,terbakarnya semak-semak, dan halilintar.
  2. Pembuatan/aktivitas manusia, seperti:
  3. Hasil pembakaran bahan bakar yang terjadi pada industri dan kendaraan bermotor.
  4. Pengolahan dan penyulingan bijih tambang mineral dan batubara.
  5. Proses-proses dalam pabrik.Sisa-sisa buangan dari aktivitas-aktivitas tersebut di atas.Pencemaran lingkungan ini sudah terjadi sejak jaman dahulu kala, sejak adanya manusia,tetapi baru abad 20 pencemaran yang diakibatkan karena manusia ini menjadi pokok bahasan pada semua kalangan masyarakat dan perlu mendapat penanganan dan pengawasan secara serius.Faktor-faktor penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagai hasil sampingan perbuatanmanusia meliputi;
  6. Faktor Industrialisasi
  7. Faktor Urbanisasi
  8. Faktor Kepadatan Penduduk
  9. Faktor Cara Hidup
  10. Faktor Perkembangan Ekonomi

AKIBAT YANG DI TIMBULKAN OLEH PENCEMARAN

1. Punahnya Spesies

Polutan sangat berbahaya bagi biota yang berada pada perairan maupun daratan. Berbagai jenis hewan mengalami keracunan, kemudian akan mati. Berbagai spesies hewan memiliki kekebalan yang tidak sama. Ada yang peka, ada pula yang tahan. Hewan muda, larva merupakan hewan yang peka terhadap bahan pencemar. Ada hewan yang dapat beradaptasi sehingga kebal terhadap bahan pencemar, adapula yang tidak. Meskipun hewan beradaptasi, harus diketahui bahwa tingkat adaptasi hewan ada batasnya. Bila batas tersebut terlampaui, hewan tersebut akan mati.

2. Perkembangan Hama yang Cepat

Penggunaan insektisida yang berlebihan menyebabkan kematian predator. Dengan punahnya predator sehingga serangga hama akan berkembang dengan cepat dan tanpa kendali.

3. Gangguan Keseimbangan Lingkungan

Punahnya spesies tertentu dapat mengubah pola interaksi di dalam suatu ekosistem. Rantai makanan, jaring-jaring makanan dan aliran energi menjadi berubah. Akibatnya, keseimbangan lingkungan terganggu. Daur materi dan daur biogeokimia menjadi terganggu.

4. Kesuburan Tanah Berkurang

Penggunaan insektisida mematikan fauna tanah. Hal ini dapat menurunkan kesuburan tanah. Penggunaan pupuk terus menerus dapat menyebabkan tanah menjadi asam. Hal ini juga dapat menurunkan kesuburan tanah. Demikian juga dengan terjadinya hujan asam.

5. Keracunan dan Penyakit

Orang yang mengkonsumsi sayur, ikan, dan bahan makanan tercemar dapat mengalami keracunan. Ada yang meninggal dunia, ada yang mengalami kerusakan hati, ginjal, menderita kanker, kerusakan susunan saraf, dan bahkan ada yang menyebabkan cacat pada keturunan-keturunannya.

6. Pemekatan Hayati

Proses peningkatan kadar bahan pencemar melewati tubuh makluk dikenal sebagai pemekatan hayati (dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai biomagnificition).

7. Terbentuknya Lubang Ozon dan Efek Rumah Kaca

Terbentuknya Lubang ozon dan terjadinya efek rumah kaca merupakan permasalahan global yang dirasakan oleh semua umat manusia. Hal ini disebabkan karena bahan pencemar dapat tersebar dan menimbulkan dampak di tempat lain.

 PENCEGAHAN PENCEMARAN LINGKUNGAN

Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dijelaskan bahwa upaya penanganan terhadap permasalahan pencemaran terdiri dari langkah pencegahan terhadap permasalahan pencemaran terhadap permasalahan pencemaran terdiri dari langkah pencegahan dan pengendalian.

Upaya pencegahan adalah mengurangi sumber dampak lingkungan yang lebih berat. Ada pun penanggulangan atau pengendaliannya adalah upaya pembuatan standar bahan baku mutu lingkungan, pengaweasan lingkungan dan penggunaan teknologi dalam upaya mengatasi masalah pencemaran lingkungan. Secara umum, berikut ini merupakan upaya pencegahan atas pencemaran lingkungan.

  1. Mengatur sistem pembuangan limbah industri sehingga tidak mencemari lingkungan
  2. Menempatkan industri atau pabrik terpisah dari kawasan permukiman penduduk
  3. Melakukan pengawasan atas penggunaan beberapa jenis pestisida, insektisida dan bahan kimia lain yang berpotensi menjadi penyebab dari pencemaran lingkungan.
  4. Melakukan penghijauan.
  5. Memberikan sanksi atau hukuman secara tegas terhadap pelaku kegiatan yang mencemari lingkungan
  6. Melakukan penyuluhan dan pendidikan lingkungan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang arti dan manfaat lingkungan hidup yang sesungguhnya.
  7. Tidak buang sampah ke sungai atau perairan baik dari rumah tangga, industri atau dari daerah pertanian
  1. Mempergunakan bahan bakar yang ramah lingkungan (tidak menimbulkan pencemaran)
  2. Mempergunakan saringan asap pada cerobong asap pabrik
  3. Pada daerah pertanian mempergunakan pupuk dan obat pembasmi hama sesuai kebutuhan.

 CARA MENGATASI PENCEMARAN LINGKUNGAN

1. Membuang sampah pada tempatnya

Membuang sampah ke sungai atau selokan akan meyebabkan aliran airnya terhambat. Akibatnya, samapah akan menumpuk dan membusuk. Sampah yang membusuk selain menimbulkan bau tidak sedap juga akan menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis penyakit. Selain itu, bisa meyebabkan banjir pada musim hujan.

Salah satu cara untuk menanggulangi sampah terutama sampah rumah tangga adalah dengan memanfaatkannya menjadi pupuk kompos. Sampah-sampah tersebut dipisahkan antara sampah organik dan anorganik.

Selanjutnya, sampah organik ditimbun di dalam tanah sehingga menjadi kompos. Adapun sampah anorganik seperti plastik dan kaleng bekas dapat di daur ulang menjadi alat rumah tangga dan barang-barang lainnya.

 2. Penanggulangan limbah industri

Limbah dari industri terutama yang mengandung bahan-bahan kimia, sebelum dibuang harus diolah terlebih dahulu. Hal tersebut akan mengurangi bahan pencemar di perairan. Denan demikian, bahan dari limbah pencemar yang mengandung bahan-bahan yang bersifat racun dapat dihilangkan sehingga tidak mengganggu ekosistem.

 Menempatkan pabrik atau kawasan industri di daerah yang jauh dari keramaian penduduk. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengaruh buruk dari limbah pabrik dan asap pabrik terhadap kehidupan masyarakat.

 3. Penanggulangan pencemaran udara

Pencemaran udara akibat sisa dari pembakaran kendaraan bermotor dan asap pabrik, dapat dicegah dan ditanggulangi dengan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak. Perlu dipikirkan sumber pengganti alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, seperti kendaraan berenergi listrik. Selain itu, dilakukan usaha untuk mendata dan membatasi jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi. Terutama pengontrolan dan pemeriksaan terhadap asap buangan dan knalpot kendaraan bermotor.

 4. Penghijauan dan Penanaman Pohon

Tumbuhan mampu menyerap CO2 di udara untuk fotosintesis. Adanya jalur hijau akan mengurangi kadar CO2 di udara yang berasal dari asap kendaraan bermotor atau asap pabrik. Dengan demikian, tumbuhan hijau bisa mengurangi pencemaran udara. Selain itu, tumbuhan hijau melepaskan O2 ke atmosfer.

 5. Penggunaan pupuk dan obat pembasmi hama tanaman yang sesuai

Pemberian pupuk pada tanaman dapat meningkatkan hasil pertanian. Namun, di sisi lain dapat menimbulkan pencemaran jika pupuk tersebut masuk ke perairan. Eutrofikai merupakan salah satu dampak negatif yang ditimbulkan oleh pupuk buatan yang masuk ke perairan.

 Begitu juga dengan penggunaan obat anti hama tanaman. Jika penggunaannya melebihi dosis yang ditetapkan akan menimbulkan pencemaran. Selain dapat mencemari lingkungan juga dapat meyebabkan musnahnya organisme tertentu yang dibutuhkan, seperti bakteri pengurai atau serangga yang membantu penyerbukan tanaman.

 Pemberantasan hama secara biologis merupakan salah satu alternatif yang dapat mengurangi pencemaran dan kerusakan ekosistem pertanian.

 6. Pengurangan pemakaian CFC

Untuk menghilangkan kadar CFC di atmosfer diperlukan waktu sekitar seratus tahun salah satu cara penanggulangannya yaitu dengan mengurangi penggunaan CFC yang tidak perlu oleh manusia. Mengurangi penggunaan penggunaan CFC dapat mencegah rusaknya lapisan ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global.

Dewasa ini, tingkah laku manusia dengan sikap semena-mena terhadap lingkungan sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Selain mengeksploitasi alam secara serakah, manusia juga telah meracuni alam ini dengan berbagai jenis sampahnya.

Contoh dari pencemaran dan perusakan lingkungan hidup oleh proses pembangunan yaitu makin berkurangnya lahan hijau yang terdapat pada perkotaan dan makin jarang pula ditemukan keanekaragaman hewan maupun tumbuhan. Sebagian dari jenis hewan dan tumbuhan yang mulai punah juga disebabkan oleh maraknya pembabatan hutan yangemnyebabkan mereka kehilangan tempat tinggal dan makanan, tapi itu semua bukan tidak disadari manusia pelahan mereka un mulai sadar akan akibat yang merka perbuat dan mulai menata kembali lingkungan agar bias seperti dulu kala.

 

DAFTAR PUSTAKA

TUGAS SOFTSKILL KE-4 PROPOSAL PENELITIAN

Pengaruh Nilai Tukar Rupiah Dan Suku Bunga Riil Terhadap Cadangan Primer
Dan Kredit Untuk Nasabah Bank Mandiri.

Latar Belakang Masalah
Permasalahaan yang dihadapi ekonomi dunia dewasa ini semakin pelik. Melambatnya pertumbuhan ekonomi global sebagai dampak peningkatan harga komonitas dunia terutama harga minyak dan pangan, diperparah lagi dengan krisis keuangan hebat yang melanda Amerika Serikat yang mengakibatkan luluhnya industri keuangan global. Krisis ini akan menyebabkan terjadinya peningkatan inflasi dibeberapa negara, yang akan diikuti oleh kenaikan suku bunga, dan gejolak nilai tukar.
Mengingat sistem keuangan suatu negara tidak dapat berdiri sendiri, melainkan saling
terkait dan terintegrasi dengan sistem keuangan dinegara lain secara global, maka guncangan dunia keuangan global ini akan menjadi batu ujian pada kekuatan perekonomian nasional kedepan. Hal ini mendorong penulis untuk meneliti fenomena tersebut melalui tesis yang bertitel: “Pengaruh Nilai Tukar Rupiah Dan Suku Bunga Riil Terhadap Cadangan Primer Dan Kredit Untuk Nasabah Bank Mandiri”.
111

Perumusan Masalah
Dalam penelitian ini penulis mencoba merumuskan persoalan dalam bentuk
pertanyaan:
1. Bagaimanakah pengaruh nilai tukar rupiah terhadap USD, GBP, dan JPY terhadap cadangan primer Bank Mandiri ?
2. Bagaimanakah pengaruh suku bunga riil Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang terhadap cadangan primer Bank Mandiri ?
3. Bagaimanakah pengaruh nilai tukar rupiah terhadap USD, GBP, dan JPY terhadap kredit untuk nasabah Bank Mandiri ?
4. Bagaimanakah pengaruh suku bunga riil Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang terhadap kredit untuk nasabah Bank Mandiri ?

Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh nilai tukar rupiah terhadap USD, GBP, dan JPY terhadap cadangan primer Bank Mandiri.
2. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh suku bunga riil Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang terhadap cadangan primer Bank Mandiri.
3. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh nilai tukar rupiah terhadap USD, GBP, dan JPY terhadap kredit untuk nasabah Bank Mandiri.

TINJAUAN PUSTAKA
Neraca Bank
Penulis mengutip dari suplemen kuliah Institusi Depositori dan Pasar Modal oleh Soedijono yang menguraikan bahwa untuk memenuhi ketentuan hukum, sarana pengambilan keputusan manajerial, dan sarana kegiatan perencanaan dan pengawasan, semua badan usaha menyelenggarakan sistem akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan, minimal terdiri dari neraca dan laporan rugi laba. Neraca sebuah bank dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu aktiva dan pasiva. Selanjutnya pasiva sebuah bank terdiri dari utang dan modal.
Inflasi dan Kurs
Beberapa pengertian inflasi yang penulis kutip dari berbagai sumber, diantaranya adalah:
1. Menurut artikel Pengertian Inflasi, Stagnasi & Stagflasi Serta Dampak Sosial Inflasi dari Organisasi.Org, Inflasi adalah suatu keadaan di mana harga barangbarang secara umum mengalami kenaikan dan berlangsung dalam waktu yang lama dan terus-menerus.
2. Menurut Wikipedia, inflation is a rise in the general level of prices of goods and services in an economy over a period of time.
3. Menurut Investopedia, the rate at which the general level of prices for goods and services is rising, and, subsequently, purchasing power is falling.
Bank Indonesia dan Inflasi serta Kurs Rupiah
Sesuai dengan UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah dengan UU No. 3 Tahun 2004 tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah (Pasal 7). Amanat ini memberikan kejelasan peran bank sentral dalam perekonomian, sehingga dalam pelaksanaan tugasnya Bank Indonesia dapat lebih fokus dalam pencapaian “single objective”-nya.
Kestabilan nilai rupiah tercermin dari tingkat inflasi dan nilai tukar yang terjadi. Tingkat inflasi tercermin dari naiknya harga barang-barang secara umum. Faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu tekanan inflasi yang berasal dari sisi permintaan dan dari sisi penawaran. Dalam hal ini, BI hanya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi tekanan inflasi yang berasal dari sisi permintaan. Karena itu, untuk dapat mencapai dan menjaga tingkat inflasi yang rendah dan stabil, diperlukan adanya kerjasama dan komitmen dari seluruh pelaku ekonomi, baik pemerintah maupun swasta.
Suku Bunga
Beberapa pengertian tentang suku bunga, diantaranya adalah:
1. Menurut Djaslim Saladin, Konsep Dasar Ekonomi Dan Lembaga, menguraikan endapat David Ricardo yang berpendapat bunga adalah jika memang banyak yang dapat dilakukan dengan mengunakannya, banyak pula yang diberikan dengan mengunakannya. Sedangkan Bohm Bawaer mengangap bahwa bunga itu timbul karena orang lebih menyukai barang di masa datang, dan menganggap bunga adalah diskonto yang harus dibayarkan. Bunga ditentukan oleh penyediaan dan permintaan akan dana yang dipinjam.
2. Menurut Manuharawati dan Rudianto Artiono dalam Matematika Keuangan, bunga adalah suatu jasa yang berbentuk uang yang diberikan oleh seorang peminjam atau pembeli terhadap orang yang meminjamkan modal atau penjual atas persetujuan bersama.
3. Menurut M. Farid M dalam tesisnya menguraikan bahwa dalam literatur ekonomi, yang dimaksud dengan suku bunga adalah ‘harga’ yang terjadi dipasar uang dan modal. Harga disini adalah harga dari penggunaan uang untuk jangka waktu yang ditentukan bersama.
4. Menurut Nopirin dalam bukunya pengantar ilmu ekonomi makro-mikro menguraikan bahwa dalam pengertian sempit, kaum klasik berpendapat bahwa suku bunga merupakan hasil interaksi antara tabungan dan investasi. Definisi kaum klasik tersebut hanya mencakup aktivitas fiskal. Berbeda dengan pengertian suku bunga yang dikemukakan oleh John Maynard Keynes, bahwa suku bunga ditentukan oleh penawaran dan permintaan terhadap uang.

D. PERUMUSAN HIPOTESA
Berdasakan tinjauan pustaka atau kerangka pemikiran diatas, maka penulis mencoba untuk merumuskan hipotesis yang akan diuji kebenarannya, apakah hasil penelitian akan menerima atau menolak hipotesis tersebut, sebagai berikut:
H01: Tidak ada pengaruh nilai tukar rupiah terhadap USD, GBP, dan JPY terhadap cadangan primer Bank Mandiri.
H02: Tidak ada pengaruh suku bunga riil Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang terhadap cadangan primer Bank Mandiri.
H03: Tidak ada pengaruh nilai tukar rupiah terhadap USD, GBP, dan JPY terhadap kredit untuk nasabah Bank Mandiri.
H04: Tidak ada pengaruh suku bunga riil Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang terhadap kredit untuk nasabah Bank Mandiri.

E. METODOLOGI PENELITIAN
Data Penelitian
1. Sumber Data
Data yang diteliti diperoleh dari Laporan Tahunan Bank Indonesia (LTBI), laporan triwulanan Perkembangan Ekonomi Keuangan dan Kerjasama Internasional (PEKKI) Bank Indonesia, dan Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan Neraca PT. BANK MANDIRI (PERSERO), TBK.
2. Jenis Data
a. Aktiva Bank Mandiri
JHON HENDRI – RISET PEMASARAN – UNIVERSITAS GUNADARMA ‐ 2009 Page 7
Pos-pos pada aktiva Bank Mandiri merupakan variabel terikat dan dikelompokan berdasarkan skala prioritas penggunaan dana, yaitu:
1. Cadangan primer, terdiri dari kas, penempatan pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, dan penempatan pada bank lain.
2. Cadangan sekunder, terdiri dari surat berharga yang dimiliki, dan obligasi pemerintah.
3. Kredit untuk nasabah, terdiri dari kredit yang diberikan,
4. Investasi untuk pendapatan, terdiri dari penyertaan.
Dalam hal penelitian ini, penulis hanya fokus kepada cadangan primer dan kredit untuk nasabah.
b. Kurs rupiah terhadap USD, GBP, dan JPY
Kurs rupiah terhadap USD, GBP, dan JPY merupakan variabel bebas. USD dan GDP merupakan nilai tukar 1 mata uang Amerika Serikat dan Inggris terhadap rupiah, sedangkan JPY merupakan nilai tukar 100 mata uang Jepang terhadap rupiah.
c. Suku bunga dan inflasi di Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang. Suku bunga yang dikeluarkan oleh bank sentral masing-masing negara akan dikurangi dengan inflasi pada masing-masing negara sehingga diperoleh suku bunga riil. Suku bunga riil di Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang merupakan variabel bebas.
3. Tipe Data
Data yang diteliti merupakan data sekunder yang dikumpulkan berupa data runtun waktu (time series). Data-data tersebut diterbitkan secara berkala oleh Bank Indonesia dalam bentuk buletin dan laporan triwulan atau tahunan, dengan demikian keabsahan data tersebut merupakan tanggung jawab lembaga tersebut.
Objek Penelitian
Objek penelitian dalam penulisan ini adalah Bank Mandiri.
Periode Penelitian
Data yang digunakan merupakan data triwulanan dari triwulan IV 2000 sampai dengan triwulan II 2008. JHON HENDRI – RISET PEMASARAN – UNIVERSITAS GUNADARMA ‐ 2009 Page 8
Variabel Penelitian dan Model Penelitian
Tabel 3.1
Variabel Penelitian
Variabel Keterangan Jenis Notasi
Y1 Cadangan primer Variabel terikat I YCP
Y2 Kredit untuk nasabah Variabel terikat II YKUN
X1 Nilai tukar rupiah terhadap USD Variabel bebas I XUSD
X2 Nilai tukar rupiah terhadap GBP Variabel bebas II XGBP
X3 Nilai tukar rupiah terhadap JPY Variabel bebas III XJPY
X4 Suku bunga riil Indonesia Variabel bebas IV XSBIN
X5 Suku bunga riil Amerika Serikat Variabel bebas V XSBAS
X6 Suku bunga riil Inggris Variabel Bebas VI XSBIG
X7 Suku bunga riil Jepang Variabel bebas VII XBSJP
Dari tabel diatas maka akan didapat model penelitian sebagai berikut:
a. YCP = a + bXUSD + bXGBP + bXJPY + bXSBIN + bXSBAS + bXSBIG + bXSBJP + ε
b. YKUN = a + bXUSD + bXGBP + bXJPY + bXSBIN + bXSBAS + bXSBIG + bXSBJP + ε
Alat Yang Digunakan
Alat bantu yang digunakan untuk mencari keterkaitan diantara variabel-variabel tersebut diatas adalah peranti lunak atau software EViews 5.0 dan SPSS 13.0 for windows. EViews dan SPSS merupakan peranti lunak atau software yang berbasis windows yang digunakan untuk menganalisa data statistik agar dapat diolah, ditampilkan, dan dimanipulasi sehingga dapat menyajikan suatu informasi sesuai kehendak pengguna. Angka 5.0 dan 13.0 merupakan nomor versi dari EViews dan SPSS.
Model Analisis
Untuk mencari keterkaitan antara variabel yang tercakup dalam penelitian ini, penulis menggunakan analisis regresi linier dengan metode kuadrat terkecil. Analisis regresi bertujuan untuk mengetahui koefisien korelasi, koefisien determinasi, dan koefisien regresi. Selanjutnya penulis melakukan pengujian hipotesi yaitu pengujian hipotesis secara parsial menggunakan t test dan pengujian hipotesis secara simultan menggunakan F test.
JHON HENDRI – RISET PEMASARAN – UNIVERSITAS GUNADARMA ‐ 2009 Page 9
Didalam persamaan regresi linier terdapat perbedaan antara Y hasil observasi yang diperoleh dari data sampel dengan nilai Y sebenarnya, perbedaan inilah yang disebut dengan kesalahan pengganggu atau error atau residual. Semakin kecil nilai kesalahn pengganggu semakin valid nilai Y hasil observasi untuk meramalkan nilai Y populasi. Beberapa buku melambangkan kesalahan penggangu dengan U dan ada juga dengan ε. Dengan adanya kesalahan pengganggu tersebut, maka terdapat beberapa asumsi dalam analisis regresi dengan metode kuadrat terkecil, sehingga estimasi yang dihasilkan bersifat BLUE. Asumsi-asumsi tersebut diantaranya adalah asumsi normalitas, asumsi autokorelasi, asumsi homokedastiditas, dan asumsi multikolinieritas.

F. RENCANA BIAYA PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian karya ilmiah untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana pada universitas gunadarma, maka semua biaya penelitian ditanggung oleh penulis.

G. JADWAL WAKTU PENELITIAN
1. Minggu I: Persiapan.
2. Minggu II – IV: Pengumpulan data, pengolahan dan analisis data secara garis besar.
3.Minggu V – IX: Penyusunan laporan draf, mulai dari BAB I sampai dengan BAB V
4. Minggu X – XII: Laporan akhir

H. DAFTAR PUSTAKA
1. Jhon Hendri. 2009. “Pengaruh Nilai Tukar Rupiah Dan Suku Bunga Riil Terhadap
Cadangan Primer Dan Kredit Untuk Nasabah Bank Mandiri”. Tesis Universitas
Gunadarma. Jakarta.

TUGAS SOFTSKILL KE-3 CONTOH KUISIONER

Bagian I
Pernyataan pada bagian I merupakan pernyataan yang berhubungan dengan identitas responden. Berilah tanda cek pada kotak yang sesuai dengan pilihan Anda.
Nama: ……………………………………………………….. (boleh tidak diisi)
Alamat : ……………………………………………………….. (boleh tidak diisi)
Usia saat ini : …… tahun
Jenis kelamin
a.Laki-laki
b.Perempuan
Status tingkat pendidikan
a.SD
b.SMP
c.SMU
d.Sarjana
e.Lainnya(…………………………..)
Pekerjaan Anda saat ini
a.Pelajar/mahasiswa
b.Pegawai Swasta
c.Pegawai Negeri
d.Wiraswasta
Pendapatan/uang saku Anda per bulan
a. Rp. 2.000.000
Bagian II
Pernyataan pada poin II (pernyataan yang berkaitan dengan faktor internal merupakan tolok ukur pengaruh variabel faktor internal terhadap keputusan pembelian shampo Sunsilk. Oleh karena itu Saudara/Saudari dimohon untuk memberikan tanda cek () pada salah satu kolom jawaban yang sesuai dengan pilihan Anda).
KUISIONER 2

KUISIONER

Sumber:
http://supermahasiswa.multiply.com/journal/item/5/Sukses_Membuat_Proposal_Penel
itian

TUGAS SOFTSKILL KE-2 METODE PENELITIAN

TUGAS SOFTSKILL KE-2
METODE PENELITIAN
PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN BNI SYARIAH MAKASSAR

1.1 Latar Belakang
Pendidikan amat penting dalam segala hal terutama dalam dunia kerj, dimana jabatan diukur dati tingkat pendidikan yang didapatkan. Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatan-kekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk. Secara terus-menerus penduduk akan dipengaruhi oleh jumlah bayi yang lahir (fertilitas), tetapi secara bersamaan pula akan dikurangi dengan jumlah kematian (mortalitas) yang terjadi pada semua golongan umur, serta perpindahan penduduk (mobilitas) juga akan mempengaruhi bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk di suatu daerah atau wilayah.
Pengetahuan tentang pendidikan tidak kalah penting untuk diketahui oleh masyarakat yang mana dapat merangsang timbulnya kesadaran dan membina tingkah laku yang bertanggung jawab terhadap masalah kependudukan, sehingga masalah-masalah yang ada di atasi dengan penuh perhatian dan memungkinkan setiap masalah dapat di atasi dan dicegah atau dihindari.
Pendidikan sangatlah penting tidak hanya untuk memahami dan menyadari hal tersebut saja. Namun pendidikan juga sangat penting untuk melangkah menuju prospek ke depannya, seperti misalnya dalam masalah mata pencaharian, terutama dalam pencarian pekerjaan bagi masyarakat. Pendidikan yang tinggi akan mempengaruhi mata pencahariannya, semakin tinggi pendidikan maka pekerjaan yang akan diperoleh akan semakin tinggi pula tingkatannya. Namun hal ini tidak sepenuhnya benar, seperti halnya yang terjadi di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali ini. Dimana banyak pula terdapat pekerja yang tidak harus dengan mengenyam dunia pendidikan, ada pula pekerja yang hanya mengenyam dunia pendidikan tidak sampai selesai. Mereka yang tidak memiliki pendidikan yang tinggi biasanya bermatapencaharian sebagai petani, buruh pabrik, maupun bekerja sebagai buruh bangunan.

1.2 Batasan Masalah
Apakah pendidikan dan pelatihan mempengaruhi kinerja karyawan BNI SYARIAH MAKASAR

1.3 Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui apakah pendidikan dan pelatihan mempengaruhi kinerja KARYAWAN BNI SYARIAH MAKASSAR

1.4 Kerangka Pikir

1.1 Latar Belakang
Pendidikan amat penting dalam segala hal terutama dalam dunia kerj, dimana jabatan diukur dati tingkat pendidikan yang didapatkan. Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatan-kekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk. Secara terus-menerus penduduk akan dipengaruhi oleh jumlah bayi yang lahir (fertilitas), tetapi secara bersamaan pula akan dikurangi dengan jumlah kematian (mortalitas) yang terjadi pada semua golongan umur, serta perpindahan penduduk (mobilitas) juga akan mempengaruhi bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk di suatu daerah atau wilayah.
Pengetahuan tentang pendidikan tidak kalah penting untuk diketahui oleh masyarakat yang mana dapat merangsang timbulnya kesadaran dan membina tingkah laku yang bertanggung jawab terhadap masalah kependudukan, sehingga masalah-masalah yang ada di atasi dengan penuh perhatian dan memungkinkan setiap masalah dapat di atasi dan dicegah atau dihindari.
Pendidikan sangatlah penting tidak hanya untuk memahami dan menyadari hal tersebut saja. Namun pendidikan juga sangat penting untuk melangkah menuju prospek ke depannya, seperti misalnya dalam masalah mata pencaharian, terutama dalam pencarian pekerjaan bagi masyarakat. Pendidikan yang tinggi akan mempengaruhi mata pencahariannya, semakin tinggi pendidikan maka pekerjaan yang akan diperoleh akan semakin tinggi pula tingkatannya. Namun hal ini tidak sepenuhnya benar, seperti halnya yang terjadi di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali ini. Dimana banyak pula terdapat pekerja yang tidak harus dengan mengenyam dunia pendidikan, ada pula pekerja yang hanya mengenyam dunia pendidikan tidak sampai selesai. Mereka yang tidak memiliki pendidikan yang tinggi biasanya bermatapencaharian sebagai petani, buruh pabrik, maupun bekerja sebagai buruh bangunan.

1.2 Batasan Masalah
Apakah pendidikan dan pelatihan mempengaruhi kinerja karyawan BNI SYARIAH MAKASAR

1.3 Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui apakah pendidikan dan pelatihan mempengaruhi kinerja KARYAWAN BNI SYARIAH MAKASSA

1.4 Kerangka Pikir

HIPOTESIS
Ho: PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TIDAK MEMPENGARUH KINERJA KARYAWAN BNI SYARIAH MAKASSAR
H1 : PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MEMPENGARUH KINERJA KARYAWAN BNI SYARIAH MAKASSAR
1.5 KESIMPULAN
Pendidikan dan pelatihan mempengaruhi kinerja karyawan BNI SYARIAH MAKASSAR

Sumber : http://lms.unhas.ac.id/claroline/backends/download.php?url=LzctUEVOVUxJU0FOX0xBUE9SQU4ucHB0&cidReset=true&cidReq=551Z003

Pemuda dan cara bersosialisasi serta identitasnya sebagai pemuda yang sedang belajar di perguruan tinggi (ISD tugas ke-4)

1. Pemuda
Pemuda atau generasi muda merupakan identitas – identitas yang dikaitkan dengan masalah nilai. Hal ini merupakan pengertian yang sesuai dengan situasi dan keadaaan dari zaman dahulu. Pemuda merupakan identitas yang potensial sebagai penerus perjuangan bangsa, dan sumber pemimpin bagi pembangunan bangsa. Karena sebagai harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan. Ada beberapa prinsip yang bisa dikembangkan dalam hidup bermasyarakat, salah satunya adalah kreativitas.
2. Sosialisasi Pemuda
Melalui proses sosialisasi, seorang pemuda akna terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Dengan dmeikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Dengan proses sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau belum tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab. Kedirian dan kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk. Dalam hal ini sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri, bagaiman cari hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya gar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya. Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubungannya degnan sistem sosial.
Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang. Kedirian (self) sebagai suatu prosuk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya. Kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari. Asal mula timbulnya kedirian :

1. Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan memperlakukan dirinya. Misalnya ia tidak disukai, tidak dihargai, tidak dipercaya; atau sebaliknya, ida disayangi, baik budi dandapt dipercaya
2. Dalam proses sosialisasi juga membentuk kedirian yang ideal. Orang bersangkutan mengetahui dengan pasti apa-apa yang harus ia lakukan agar memperoleh penghargaan dari orang lain. Bentuk-bentuk kedirian ini berguna dalam meningkatkan ketaatan anak terhadap norma-norma sosial
Bertitik tolak dari pengertian pemuda, maka sosialisasi pemuda dimulai dari umur 10 tahun dalam lingkungan keluarga, tetangga, sekolah, dan jalur organisasi formal atau informal untuk berperan sebagai mahluk sosial, makhluk individual bagi pemuda.

3. Identitas pemuda dan perguruan tinggi
Generasi muda memiliki peranan penting dalam memajukan dan meningkatkan pembangunan. Begitu banyak potensi yang dimiliki oleh generasi muda, mereka mampu berkarya dan berekspresi dengan bebas ,tetapi masih dalam lingkup yang sewajarnya dan tidak menyalahi aturan. Pengembangan potensi tersebut dapat dimulai dari lingkungan keluarga, orang tua dapat mengembangkan potensi anak mereka sejak berusia balita, orang tua dapat mengarahkan apa dan kemana potensi yang dimiliki oleh anak mereka sehingga lahirlah generasi muda yang memiliki potensi sesuai minat masing-masing anak.
Generasi muda dapat mengembangkan potensi mereka melalui hoby atau kesenangan masing-masing, contohnya jika anak menyukai musik maka ia bisa mengembangkan potensinya dengan membuat sebuah band atau mengikuti kursus bermain musik sehingga potensi anak tersebut redup tanpa ada perkembangan.
Potensi generasi muda juga dapat membangun rasa bangga pada diri sendiri. Keluarga dan negara juga merasa bangga atas potensi yang dimiliki oleh anggota keluarga atau sebagai masyarakat. Tapi bagaimana jika generasi muda saat ini mengisi hari mereka dengan hanya menghabiskan uang orang tua dengan membeli barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan, Sex di luar nikah, penyalahgunaan obat narkotika tak dapat dihindari, mabuk-mabukan (minum-minuman keras), dan masih banyak lagi hal-hal lain yang sangat menyedihkan. Disinilah peran orang tua sangat dibutuhkan orang tua dapat mengarahkan sejak dini kemana arah yang paling tepat dan baik untuk perkembangan anak mereka sehingga generasi muda dapat memiliki potensi yang sangat berguna bagi nusa dan bangsa.
Pendidikan merupakan Bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain” (Langeveld).
Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen.
Alasan mengenyam pendidikan tinggi adalah untuk menjadi Generasi Penerus yang akan menjadi Pemimpin yang baik mengerti rakyat dan memajukan bangsa ini ke arah yang lebih baik.menjadi pemuda/pemudi yang bermanfaat untuk dirinya dan juga nusa bangsa negara

Sumber :
http://suci_k.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/14975/pemuda-dan-sosialisasi(4).pdf
http://daninur.blog.fisip.uns.ac.id/files/2011/12/Dani-b-indo-tugas-mklh-pemuda.docx